Vegetasi Riparian dan Komunitas Makrozoobentos di Situ Gintung Sebagai Pendukung Konservasi Air Kawasan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Eny Supriyati Rosyidatun, Latifah Azzahra, Fahma Wijayanti, Walid Rumblat, Mardiansyah Mardiansyah

Abstract


Abstrak

Situ Gintung merupakan ekosistem perairan yang sangat penting dalam konservasi perairan di Kawasan Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Riparian merupakan vegetasi yang tumbuh di tepi perairan dan berpotensi sebagai habitat dan sumber makanan bagi ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi riparian dan pengaruhnya terhadap keanekaragaman makrozoobentos di Situ Gintung. Titik pengambilan sampel terdiri dari 8 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Analisis hubungan vegetasi riparian dengan makrozoobentos diuji dengan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi riparian yang terdapat pada 8 stasiun terdiri dari 2 kelas (Magnoliopsida dan Liliopsida), 11 spesies dengan nilai indeks keanekaragaman (H') sebesar 1,517. Makrozoobentos yang ditemukan terdiri dari 2 kelas (Gastropoda dan Crustacea) 7 spesies dengan nilai indeks keanekaragaman (H') sebesar 1,112. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya korelasi antara vegetasi riparian dengan kepadatan makrozoobentos yang tergolong sempurna (0,972). Hal ini menunjukkan bahwa vegetasi riparian di Situ Gintung berkorelasi positif dengan keanekaragaman makrozoobentos.

Abstract

Situ Gintung is an aquatic ecosystem that is very important in water conservation in the Campus 2 Area of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Riparian is vegetation that grows at the edge of water and has the potential to serve as habitat and food source for aquatic ecosystems. This research aims to determine the structure of riparian vegetation and its influence on macrozoobenthos diversity in Situ Gintung. The sampling point consists of 8 stations with 3 repetitions. Analysis of the relationship between riparian vegetation and macrozoobenthos was tested using simple linear regression and Pearson correlation. The research results showed that the riparian vegetation was found at 8 stations consisting of 2 classes (Magnoliopsida and Liliopsida), 11 species with a diversity index (H') value of 1.517. The macrozoobenthos found consisted of 2 classes (Gastropoda and Crustacea) 7 species with a diversity index (H') value of 1.112. The results of the regression analysis showed that there was a correlation between riparian vegetation and macrozoobenthos density which was classified as perfect (0.972). This shows that riparian vegetation in Situ Gintung is positively correlated with macrozoobenthos.


Keywords


Makrozoobentos; Situ Gintung; Vegetasi tepi sungai; Macrozoobenthos; Riparian

Full Text:

PDF

References


Armita, D., Al-Amanah, H., & Amrullah, S. H. (2021). Struktur komunitas makrozoobentos pada saluran mata air langlang dengan vegetasi riparian yang berbeda di Desa Ngenep, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jurnal Teknosains, 15(2), 181-189.

Assuyuti, Y. M., Rijaluddin, A. F., Ramadhan, F., Zikrillah, R. B., & Kusuma, D. C. (2017). Struktur komunitas dan distribusi temporal Gastropoda di Danau Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten. Scripta Biologica, 4(3), 139-146.

Azizi, W. (2015). Asosiasi komunitas aufwuch pada tumbuhan air di Danau Tempe, Sulawesi Selatan (Skripsi sarjana). Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Bental, W. P., Siahaan, R., & Maabuat, P. V. (2017). Keanekaragaman vegetasi riparian Sungai Polimaan, Minahasa Selatan - Sulawesi Utara. Bioslogos, 7(1), 28-31.

Caton, B., Mortimer, M., Hill, J., & Johnson, D. (2011). Gulma padi di Asia. Makati: Internasional Rice Research Institute (IRRI).

Daryanto., Hamidah, A., & Kartika, W. D. (2015). Keanekaragaman jenis udang air tawar di Danau Teluk Kota Jambi. Biospecies, 8(1), 13-19.

Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air. Yogyakarta: Kanisius.

Haribowo, D. R., Assuyuti, Y. M., Ramadhan, F., & Rijaluddin, A. F. (2021). Evaluasi program zero karamba jaring apung (kja) terhadap kualitas perairan Situ Gintung berdasarkan indeks biotik. Jurnal Riset Akuakultur, 16(4), 231-244.

Herdina, P., Izmiarti., & Afrizal. (2014). Komunitas makrozoobentos di Sungai Batang Ombilin Sumatera Barat (macrozoobenthic communitiy in Batang Ombilin River West Sumatera ). Biologi Universitas Andalas, 3(3), 175-182.

Hernawati, R. T., Nuryanto, A., & Indarmawan. (2013). Kajian tentang kekayaan dan hubungan kekerabatan Crustacea (Decapoda) di Sungai Cijalu Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 13(1), 39-48.

Karyati., & Adhi, M. A. (2018). Jenis-jenis tumbuhan bawah di Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda: Mulawarman University Press.

Marwoto, R. M., Isnaningsih, N. R., Mujiono, N., Heryanto, H., & Alfih, R. (2011). Keong air tawar Pulau Jawa (Moluska, Gastropoda). Bogor: Pusat Penelitian Biologi (LIPI) Bogor Indonesia.

Olii, A. H., & Paramata, A. R. (2019). Struktur komunitas makrozoobentos di Danau Limboto Provinsi Gorontalo. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 7(26), 175-185.

Paiman, D. I. M. (2020). Gulma tanaman pangan. Yogyakarta: UPY Press.

Peter, K. . (1998). Crustacea : Decapoda, Brachyura. Freshwater invertebrates of the Malaysian Region, 11, 311-336.

Prasetyo, H. D., & Haryati, A. (2020). Pengaruh gangguan pada zona riparian terhadap jasa layanan ekosistem hulu Sungai Brantas. BIOTROPIKA: Journal of Tropical Biology, 8(2), 125-134.

Qiu, J., & Kwong, K. (2009). Effects of macrophytes on feeding and life-history traits of the invasive apple snail Pomacea canaliculata. Freshwater Biologi, 54(1), 1720-1730.

Rijaluddin, A. F., Wijayanti, F., & Haryadi, J. (2017). Struktur komunitas makrozoobentos di Situ Gintung, Situ Bungur dan Situ Kuru, Ciputat Timur. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(2), 139-147.

Rohmatin, N., & Marwoto, R. M. (2011). Keong hama Pomacea di Indonesia: Karakter morfologi dan sebarannya (Mollusca, Gastropoda : Ampullariidae). Berita Biologi, 10(04), 441-447.

Septiani, R. (2021). Pengaruh tanaman kangkung (Ipomea aquatica) terhadap konsentrasi amonia untuk pertumbuhan tanaman pada akuaponik sederhana (Skripsi sarjana). Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, Indonesia.

Silaban, W., & Silalahi, M. V. (2021). Analisis kualitas air di Perairan Danau Toba Kecamatan Panguruan, Kabupaten Samosir. Jurnal Sains Dan Teknologi, 10(2), 299-307.

Susilo, V. E. (2013). Keanekaragaman kepiting air tawar (Crustacea: Decapoda: Brachyura) di Provinsi Jambi, Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Indonesia.

Widyastuti, A., & Nasution, E. K. (2021). Keragaman vegetasi riparian dan kontribusinya terhadap konservasi Waduk Cacaban Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Dan Call for Papers, 111-131.




DOI: https://doi.org/10.15408/kauniyah.v17i1.35756 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a CC-BY- SA.

Indexed By:

/public/site/images/rachma/logo_moraref_75 /public/site/images/rachma/logo_google_scholar_75_01 /public/site/images/rachma/logo_isjd_120 /public/site/images/rachma/logo_garuda_75 /public/site/images/rachma/logo_crossref_120/public/site/images/rachma/logo_base_2_120 /public/site/images/rachma/neliti-blue_75   /public/site/images/rachma/dimensions-logo_120