Aktivitas Antimikroba Ekstrak Biji Rotan Manau (Calamus manan Miq.) Terhadap Salmonella typhi dan Candida albicans

Dede Mahdiyah, Nor Maulina, Ali Rakhman Hakim, Bayu Hari Mukti

Abstract


Abstrak

Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kandidiasis oral merupakan infeksi yang disebabkan oleh fungi Candida albicans yang banyak terdapat pada mukosa rongga mulut. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau (Calamus manan Miq.) terhadap S. typhi dan C. albicans. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining antimikroba ekstrak biji rotan manau menggunakan metode well-diffusion. Identifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi dan C. albicans untuk melihat Minimum Inhibitory Concentration (MIC) menggunakan metode broth dilution, sedangkan untuk melihat Minimum Bactericidal Concentration (MBC) terhadap S. typhi dan Minimum Fungisidal Concentration (MFC) terhadap C. albicans menggunakan metode solid dilution. Hasil skrining antimikroba didapatkan zona hambat pada ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi sebesar 21,39 mm dan terhadap C. albicans sebesar 16,14 mm. Nilai MIC ekstrak biji rotan manau pada konsentrasi 50% terhadap S. typhi dan C. albicans, sedangkan untuk MBC terhadap S. typhi maupun MFC terhadap C. albicans dari ekstrak biji rotan manau tidak ditemukan karena pada media padat masih ditemukannya pertumbuhan mikroba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan sebagai temuan awal senyawa potensi antimikroba dari ekstrak biji rotan manau terhadap bakteri dan fungi.

Abstract

Typhoid fever is an acute febrile illness caused by infection with the bacterium Salmonella typhi. Oral candidiasis is an infection caused by the fungus Candida albicans which is abundant in the oral mucosa. The purpose of this study was to identify the antimicrobial activity of rattan manau seed extract (Calamus manan Miq.) against the bacteria Salmonella typhi and the fungus C. albicans. The extraction method used is the maceration method. Antimicrobial screening of rattan manau seed extract using the well-diffusion method. Identification of antimicrobial activity of rattan manau seed extract against S. typhi bacteria and C. albicans fungi to see Minimum Inhibitory Concentration (MIC) using the broth dilution method, while to see Minimum Bactericidal Concentration (MBC) against S. typhi bacteria and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) against the fungus C. albicans using the solid dilution method. The results of antimicrobial screening showed that the inhibition zone in the extract of rattan manau against S. typhi was 21.39 mm and against C. albicans was 16.14 mm. The MIC value of rattan manau seed extract was obtained at a concentration of 50% against S. typhi bacteria and C. albicans fungi, while for MBC against S. typhi and MFC against C. albicans from rattan manau seed extract not found because in solid media microbial growth is still found. The results of this study are expected to be a reference for further research as initial findings of antimicrobial potential compounds from the extract of manau rattan seeds against bacteria and fungi.


Keywords


Antimikroba; Calamus manan Miq.; Candida albicans; Ekstrak biji rotan manau; Salmonella typhi; Antimicrobial; Calamus manan; Candida albicans; Rattan manau seed extract; Salmonella typhi

Full Text:

PDF

References


Alba, S., Bakker, M. I., Hatta, M., Scheelbeek, P. F. D., Dwiyanti, R., Usman, R., ... Smits, H. L. (2016). Risk factors of typhoid infection in the Indonesian archipelago. PLoS ONE, 11(6), 1-14. doi: 10.1371/journal.pone.0155286.

Assidqi, K., Tjahjaningsih, W., & Sigit, S. (2012). Potensi ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta) sebagai antibakteri terhadap Aeromonas hydrophila secara in vitro. Journal of Marine and Coastal Science, 1(2), 113-124.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2009). Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Provinsi Kalimantan Selatan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Diakses dari repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4492/1/63_KALSEL.pdf

Batubuaya, D., Ratag, B. T., & Wariki, W. (2017). Hubungan higiene perorangan dan aspek sosial ekonomi dengan kejadian demam tifoid di Rumah Sakit Tk.III R.W. Mongisidi Manado. Media Kesehatan, 9(3), 1-8.

Chairani, A., & Harfiani, E. (2018). Efektivitas getah jarak sebagai antiseptik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida sp. secara in vitro. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 2(2), 84-92.

Clinical and Laboratory Standards Institute. (2020). M100: Performance standards for antimicrobial susceptibility testing, 30th edition. USA: Clinical and Laboratory Standars Institute.

Departemen Kesehatan R. I. Profil Kesehatan Indonesia 2009. Jakarta: Pusat Data dan Informasi

Eda, M. I., Wewengkang, D. S., & Sumantri, S. (2020). Uji aktivitas antimikroba ekstrak dan fraksi karang lunak (Sarcophyton sp.) dari perairan Pulau Bangka Likupang terhadap pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus, Salmonella tyhpimurium, dan Candida albicans. Pharmacon, 9(3), 470-478.

Firdausia, A. D., Yesi, S., Damayanti, T. P., Rumidatul, A., Fadhila, F., & Maryana, Y. (2021). Aktivitas antimikroba ekstrak n heksana dan etil asetat kulit ranting sakit sengon (Falcataria moluccana) terhadap enterobacteriaceae. Jurnal Analis Kesehatan, 10(1), 14-21.

Handrianto, P., & Hatidja, S. A. (2018). Aktivitas antimikroba ekstrak etanol jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) dengan metode soxhlet terhadap zona hambat Candida albicans. Journal of Research and Technology, 4(2), 139-144.

Huliselan, Y. M., Runtuwene, M. R. J., & Wewengkang, D. S. (2015). Aktivitas antioksidan ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan dari daun sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.). Pharmacon, 4(3), 155-163. doi: 10.35799/pha.4.2015.8855.

Indang, N., Guli, M. M., & Alwi, M. (2013). Uji resistensi dan sensitivitas bakteri Salmonella thypi pada orang yang sudah pernah menderita demam tifoid terhadap antibiotik. Jurnal Biocelebes, 7(1), 27-34.

Kurniawati, A., Mashartini, A., & Fauzia, I. S. (2016). Perbedaan khasiat anti jamur antara ekstrak etanol daun Kersen (Muntingia calabura L.) dengan nistatin terhadap pertumbuhan Candida albicans (The comparison of antifungal effect of Muntingia calabura L. leaf ethanol extract toward growth Candida albicans). Jurnal Persatuan Dokter Gigi Indonesia, 65(3), 74-77.

Listiani, P., Hasanah, P., Rumidatul, A., Fadhila, F., & Maryana, Y. (2021). Pengujian aktivitas antimikroba ekstrak etil asetat dan metanol kayu ranting sengon (Falcataria moluccana) sakit popy. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science PISSN, 2(1), 55-67.

Lukisari, C., Setyaningtyas, D., & Djamhari, M. (2010). Penatalaksanaan kandidiasis oral disebabkan Candida tropicalis pada anak dengan gangguan sistemik. Journal of Dentomaxillofacial Science, 9(2), 78. doi: 10.15562/jdmfs.v9i2.236.

Naveed, A., & Ahmed, Z. (2016). Treatment of typhoid fever in children: Comparison of efficacy of ciprofloxacin with ceftriaxone. European Scientific Journal (ESJ), 12(6), 346. doi: 10.19044/esj.2016.v12n6p346.

Ningrum, F., Sipriyadi, S., & Nursa’adah, E. (2021). Potensi pemanfaatan kulit buah kabau (Archidendron bubalinum) sebagai antifungi Candida albicans ATCC 10231. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 9(2), 115-120.

Nomer, N. M. G. R., Duniaji, A. S., & Nocianitri, K. A. (2019). Kandungan senyawa flavonoid dan antosianin ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.) serta aktivitas antibakteri terhadap Vibrio cholerae. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 8(2), 216-225.

Nurjanah, S., & Fathia, S. (2017). Aktivitas antimikroba ekstrak jahe kering beku terhadap beberapa bakteri patogen. Jurnal Mutu Pangan, 4(1), 8-15.

Nuryanti, S. (2017). Aktivitas antifungi sari daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap Candida albicans. As-Syifaa, 9(2), 137-145.

Octaviani, M., Fadhli, H., & Yuneistya, E. (2019). Uji aktivitas antimikroba ekstrak etanol dari kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan metode difusi cakram. Pharmaceutical Sciences and Research, 6(1), 62-68. doi: 10.7454/psr.v6i1.4333.

Qamariah, N., Handayani, R., & Friskila, A. (2018). Uji daya hambat ekstrak etanol batang tumbuhan saluang belum terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Surya Medika, 4(1), 90-101.

Radji, M., Kurniati, M., & Kiranasari, A. 2015. Comparative antimycobacterial activity of some Indonesian medicinal plants against multi-drug resistant Mycobacterium tuberculosis. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 5(1), 19-22. doi: 10.7324/JAPS.2015.50104.

Rahman, I. (2019). Resistensi antibiotik terhadap Salmonella typhi pada penyakit demam tifoid di kota Makassar. Kieraha Medical JournaL, 1(2), 1-5.

Rahmitasari, R. D., Suryani, D., & Hanifa, N. I. (2020). Aktivitas antibakteri ekstrak etanolik daun juwet (Syzygium cumini (L.) Skeels) terhadap bakteri isolat klinis Salmonella typhi. Pharmacy: Jurnal Farmasi Indonesia, 17(01), 138-148.

Roberson, C. (2014). Typhoid and paratyphoid fever. The Alabama Nurse, 41(1), 15-16.

Salusu, H., D., Obeth, E., Zarta, A., R., Nurmarini, E., Nurkaya, H., Kusuma, I., K., & Arus, E., T. (2019). The toxicity and antibacterial properties of Calamus ornatus bl. rattan fruit. Agritech, 39(4), 350-354. doi: 10.22146/agritech.46416.

Samputri, R. D., Toemon, A. N., & Widayati, R. (2020). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji kamandrah (Croton tilgium L.) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Herb-Medicine Journal, 3(3), 19. doi: 10.30595/hmj.v3i3.6393.

Sanjaya, I. K. N., Giantari, N. K. M., Widyastuti, M. D., & Laksmiani, N. P. L. (2020). Ekstraksi katekin dari biji alpukat dengan variasi pelarut menggunakan metode maserasi. Jurnal Kimia (Journal of Chemistry), 14(1), 1-4.

Sanusi, D. (2012). Perlakuan kimia dan fisik empat jenis rotan sesudah penebangan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 10(1), 93-102.

Sari, S. M. (2017). Efektivitas antibakterial fraksi aktiv daun mangga (Mangifera indica L.) terhadap Escherichia coli ATCC25922 dan Salmonella typhi. Seminar dan Workshop Nasional Keperawatan “Implikasi Perawatan Paliatif pada Bidang Kesehatan” (pp. 73-85), Universitas Sriwijaya, Palembang.

Selpiah, M., & Ustiawaty, J. (2021). Aktivitas antibakteri ekstrak biji Areca catechu L. dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Jurnal Analis Medika Biosains, 8(1), 22-29.

Simorangkir, M., & Maha, A. (2020). Antibacterial activity and phytochemical screening from chromatography fraction of ethanol extract of sarang banua (Clerodendrum fragrans Vent Willd) against Salmonella enterica. Indonesian Journal of Chemical Science and Technology, 3(2), 42-48.

Sopiah, S., Arma, U., & Busman. (2017). Aktivitas antijamur ekstrak buah pinang tua (Areca catechu L.) terhadap jamur Candida albicans pada pasien kandidiasis rongga mulut. Jurnal B-Dent, 4(2), 126-132.

Agen, T. (2016). Skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak buah selekop (Lepisanthes amoena Hassk. Leenh) dan rotan manau (Calamus manan Miq.) (Tugas akhir). Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Indonesia.

Tandi, J., Melinda, B., Purwantari, A., & Widodo, A. (2020). Analisis kualitatif dan kuantitatif metabolit sekunder ekstrak etanol buah okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Kovalen: Jurnal Riset Kimia, 6(1), 74-80.

Ulfa, F., & Handayani, O. W. K. (2018). Kejadian demam tifoid di wilayah kerja puskesmas pagiyanten. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 2(2), 227-238.

Utomo, S. B., Fujiyanti, M., Lestari, W. P., & Mulyani, S. (2018). Uji aktivitas antibakteri senyawa c-4-metoksifenilkaliks[4]resorsinarena termodifikasi hexadecyltrimethylammonium-bromide terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia (JKPK), 3(3), 201-209.

World Health Organization. (2018). Typhoid: Vaccine preventable diseases surveillance standards. (2024, February 05). Diakses dari Typhoid: Vaccine Preventable Diseases Surveillance Standards (who.int).

Yanti, N., Samingan., & Mudatsir. (2016). Uji aktivitas antifungi ekstrak etanol gal manjakani (Quercus infectoria) terhadap Candida albicans. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi, 1(1), 1-9.




DOI: https://doi.org/10.15408/kauniyah.v17i2.23122 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a CC-BY- SA.

Indexed By:

/public/site/images/rachma/logo_moraref_75 /public/site/images/rachma/logo_google_scholar_75_01 /public/site/images/rachma/logo_isjd_120 /public/site/images/rachma/logo_garuda_75 /public/site/images/rachma/logo_crossref_120/public/site/images/rachma/logo_base_2_120 /public/site/images/rachma/neliti-blue_75   /public/site/images/rachma/dimensions-logo_120