Romantisme dan Komunalisme Bobotoh Persib dalam Interaksi Komentar Digital: Analisis Netnografi atas Kolom Komentar TikTok
Abstract
Penelitian ini menganalisis bagaimana romantisme (kesetiaan) dan komunalisme (solidaritas) suporter Persib Bandung diartikulasikan dalam interaksi komentar di media sosial. Berbeda dari kajian Bobotoh yang umumnya berbasis wawancara dan observasi lapangan, penelitian ini menggunakan netnografi observasional atas komentar publik sebagai jejak wacana yang diproduksi komunitas secara alami. Sebanyak 43 komentar tunggal dari empat unggahan TikTok terkait Persib (terbit September 2025–Februari 2026) dianalisis melalui analisis tematik dengan codebook terstruktur; reliabilitas antar-koder diuji pada 35% korpus dengan Cohen’s Kappa = 0,67 (substansial). Sebagai korpus kedua, tujuh untaian balasan (16 balasan terkode) dianalisis terpisah sebagai unit interaksi untuk menjawab pola solidaritas antar-komentar. Hasil menunjukkan kesetiaan tanpa syarat sebagai tema dominan (46,5%), disertai pewarisan lintas-generasi (11,6%) dan kesetiaan bersyarat (11,6%), sementara komentar bernada kritik dan kekecewaan cukup besar (gabungan 34,9%). Temuan utama: pada tingkat komentar tunggal, kesetiaan dan kritik berjajar tanpa menyatu (ko-okurensi hanya 1 dari 43), tetapi pada tingkat untaian balasan keduanya berhadapan langsung (38% balasan bersifat menyanggah). Kolom komentar dengan demikian merupakan arena berlapis tempat kesetiaan dikonstruksi sekaligus dikontestasi, dan citra Bobotoh yang seragam-harmonis perlu dibaca kritis.
Kata kunci: Bobotoh, Persib, netnografi, komentar digital, identitas suporter, budaya Sunda