SENTRALISASI PEMBAYARAN DAM SEBAGAI STRATEGI PEMENUHAN HAK JEMAAH HAJI

Authors

  • Jujun Junaedi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Dr. Amirudin, M.Si UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.15408/sm723t61

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji sentralisasi pembayaran Dam bagi jemaah haji reguler Indonesia tahun 2026 sebagai strategi manajerial Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam memenuhi hak jemaah sebagaimana diamanatkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Kebijakan ini lahir di tengah transisi kelembagaan dan kekosongan Peraturan Pemerintah, ditandai penerbitan Surat Edaran Nomor S-50/BN/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan informan (regulator, KBIHU, jemaah), observasi partisipan, dan studi dokumentasi, dianalisis menggunakan kerangka Fungsi Manajemen POAC, 7S McKinsey, dan indikator Pelayanan Publik Dwiyanto. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi pembayaran Dam melalui kanal resmi dari sekitar 8.500 jemaah pada 2025 menjadi 199.632 jemaah pada 2026, meski penindakan pelanggaran masih terkendala lemahnya daya ikat hukum instrumen kebijakan yang digunakan.

Kata Kunci: Sentralisasi Dam; Kemenhaj; Hak Jemaah; Tata Kelola Haji; Pelayanan Publik

 

ABSTRACT

This study examines the centralization of Dam (expiatory sacrifice) payments for Indonesian regular Hajj pilgrims in 2026 as a managerial strategy of the Ministry of Hajj and Umrah (Kemenhaj) in fulfilling pilgrims' rights mandated by Article 6 of Law Number 14 of 2025. This policy emerged amid institutional transition and the absence of a Government Regulation, marked by the issuance of Circular Letter Number S-50/BN/2026. The study employs a descriptive-analytical qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with nine informants (regulators, KBIHU, and pilgrims), participant observation, and documentation study, analyzed using the Management Functions (POAC) framework, the McKinsey 7S model, and Dwiyanto's Public Service indicators. The findings show an increase in Dam payment participation through official channels, from approximately 8,500 pilgrims in 2025 to 199,632 pilgrims in 2026, although enforcement of violations remains constrained by the weak legal force of the policy instrument used.

Keywords: Dam Centralization; Ministry of Hajj and Umrah; Pilgrims' Rights; Hajj Governance; Public Service

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-10-06

Issue

Section

Articles

How to Cite

SENTRALISASI PEMBAYARAN DAM SEBAGAI STRATEGI PEMENUHAN HAK JEMAAH HAJI. (2026). Jurnal Manajemen Dakwah, 14(2), 232-254. https://doi.org/10.15408/sm723t61