Komunikasi Antar Kelompok Arus Utama Dan Kelompok Sempalan Mengenai Pemahaman Politik Keagamaan (Perspektif Tekstualis Dan Kontekstualis)

Nunung Khoiriyah, Kabir Al Fadly H

Abstract


Soal orientasi politik keagamaan selalu hangat dibicarakan terutama di tataran lintas organisasi keagamaan itu sendiri. Satu sisi berapa kelompok kecil seperti Khilafatul Muslimin yang sedang ramai diperbincangkan punya orientasi pemahaman politik keagamaannya sendiri yang sangat tekstual. Sementara itu, di sisi lain kelompok besar seperti Nahdhatul Ulama memahaminya secara kontekstual. Kenyataan ini menimbulkan polarisasi pandangan politik keagamaan di tengah masyarakat yang berefek domino ke berbagai masalah kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana komunikasi antara kelompok arus utama dan sempalan mengenai pemahaman politik keagamaan, cara keduanya membaca teks-teks keagamaan, serta adakah kompromi di antara keduanya yang bisa didudukkan dan dicari jalan tengahnya melalui kacamata komunikasi dan dakwah sehingga polarisasi dapat terminimalisir serta kutub-kutub yang tegang dapat lebih mereda dan diterima dalam konteks keindonesiaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus dan dokumen. Teknik pengumpulan datanya berupa observasi dan studi pustaka dianalisis dalam teknik pengumpulan data berupa deskriptif analisis dengan konsep komunikasi kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk sikap tekstualis Khilafatul Muslimin tampak dari fanatisme berlebihan dengan teks sehingga pemahaman yang timbul adalah agar bagaimana teks itu dapat betul-betul mendeterminasi realitas bukan sebaliknya, soal isu khilafah misalnya yang menjadi titik berangkat dan fokusnya. Khilafatul Muslimin juga mengabaikan konteks yang terus berkembang. Sikap seperti ini belum tentu sesuai dengan konteks keindonesiaan. Sementara Nahdhatul Ulama sangat gigih merespons pemahaman-pemahaman tekstual itu dengan pendekatan kontekstual sehingga cenderung membuat teks lebih lentur dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Maka sebetulnya dibutuhkan tafsir jalan tengah yang ditawarkan dalam teori itu sendiri dengan prinsip tafsir semi tekstual yang dipadukan dengan konteks-realitas kekinian agar apa yang ada diteks dapat diaplikasikan pemahamannya sesuai dengan kontur tempat teks itu diaplikasikan.


Keywords


Komunikasi Kelompok, Nahdhatul Ulama, Khilafatul Muslimin, Tekstualis, Kontekstualis dan Tafsir

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/dakwah.v27i2.36706 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Published by the Dakwah and Communication Faculty of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta