Suara Demokrasi di Pesantren dalam Perspektif Dakwah dan Komunikasi: Studi atas Kitab al-Qirā’ah al-Rasyīdah pada Mata Pelajaran al-Muthala’ah di Pondok Pesantren Daar El Qolam
DOI:
https://doi.org/10.15408/1d79qc38Abstract
This article examines how democratic values are conveyed as da‘wah messages through the al-Muṭāla‘ah subject, using Al-Qirā’ah al-Rasyīdah as the primary reference, at Daar El Qolam Islamic Boarding School in Gintung, Jayanti, Tangerang, Banten. Employing a qualitative descriptive approach with a content analysis method, the study analyzes selected narratives taught to students in grades II through VI. The analysis focuses on forms of narrative communication, da‘wah messages, and the democratic values embedded in the texts, including honesty, justice, tolerance, freedom, solidarity, and participation. The findings indicate that al-Muṭāla‘ah learning functions as an effective medium of textual da‘wah for internalizing democratic social ethics through persuasive and non-confrontational communication. Through its curriculum and educational practices, the pesantren serves as a strategic actor in transmitting democratic values rooted in Islamic principles. These findings affirm that pesantren and democracy are not contradictory but instead operate synergistically through a value-based communication process grounded in da‘wah.
Artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai demokrasi dikomunikasikan sebagai pesan dakwah melalui mata pelajaran al-Muṭāla‘ah dengan rujukan kitab Al-Qirā’ah al-Rasyīdah di Pondok Pesantren Daar El Qolam, Gintung, Jayanti, Tangerang, Banten. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode analisis isi, penelitian ini menelaah cerita-cerita terpilih yang diajarkan kepada santri kelas II hingga VI. Analisis difokuskan pada bentuk komunikasi naratif, pesan dakwah, serta nilai-nilai demokrasi yang dikandungnya, seperti kejujuran, keadilan, toleransi, kebebasan, kebersamaan, dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran al-Muṭāla‘ah berfungsi sebagai media dakwah tekstual yang efektif dalam menginternalisasikan etika sosial demokratis secara persuasif dan nonkonfrontatif. Pesantren, melalui kurikulum dan praktik pendidikannya, berperan sebagai aktor strategis dalam transmisi nilai-nilai demokrasi yang berakar pada prinsip-prinsip Islam. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren dan demokrasi bukanlah dua entitas yang saling bertentangan, melainkan saling bersinergi melalui proses komunikasi nilai berbasis dakwah.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.