Jalan Menuju yang Ilahi Mistisisme dalam Agama-Agama

Zaenal Muttaqin

Abstract


Tulisan ini hendak mengurai definisi dan karakteristik mistisisme sebagai jalan menuju keintiman dan kebersatuan dengan Yang Ilahi. Sebagai jalan menuju yang ilahi, mistisisme didefinisikan sebagai proses yang tak bisa dinalar (irrational) dan tak terjelaskan dalam narasi deskriptif. Karena itulah, pengetahuan mistisisme juga lebih bersifat intuitif, bukan diskursif. Sebab berbeda dengan pengetahuan diskursif yang didapat melalui proses penalaran ilmiah, pengetahuan mistisisme merupakan pengetahuan yang didapat melalui laku spiritual sehingga karenanya ia bersifat personal dan partikular.Selain itu, sebagai jalan menuju keintiman dengan yang ilahi, artikel ini memotret bagaimana refleksi mistisisme berlangsung dalam tiga agama semitik, Yahudi, Kristen, dan Islam.

Keywords


Dimensi Mistik, Pengetahuan Diskursif, Kabbalah

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/ushuluna.v3i1.15223 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 Neliti
www.journal-index.org

CrossrefScience and Technology Index (Sinta)Portal GarudaOneSearch

Google Scholar ROADCrossref

ResearchGateMorarefBaseWorldCat

Universität Bielefeld

    

View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License.

Ushuluna, P-ISSN: 2460-9692, E-ISSN: 2721-754X