Unsur Kemuliaan dalam Syariat Pengharaman; Reinterpretasi Kata “Haram” dalam Al-Qur’an Melalui Metode Isytiqaq

Salman Al-Farisi

Abstract


Selama ini kata haram dimaknai sebagai sesuatu yang harus dihindari, dijauhi, dan dilarang yang bisa berdampak pada hukuman dosa. Pemahaman seperti ini melupakan suatu elemen penting dalam makna internal dari kata “haram” dengan memperhatikan asal kata dan derivasinya dalam alQur’an, yakni adanya unsur penghormatan dan kemuliaan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pendekatan kebahasaan melalui metode isytiqaq. Hasil yang didapat dalam penelitian ini ialah elemen kemuliaan yang terlupakan tersebut merupakan faktor fundamental dimana aturan itu muncul sebagai bentuk penjagaan atas kemuliaan yang sudah ditetapkan oleh Allah selama ini, bukan hanya sebagai pengekang yang membatasi kebebasan manusia

Keywords


Isytiqaq, Makna internal kata, Kemuliaan

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/ushuluna.v3i2.15199 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

Google Scholar GARUDA

View My Stats

Ushuluna, P-ISSN: 2460-9692, E-ISSN: 2721-754X