PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TEMEPHOS DENGAN Bacillus thuringiensis var. israelensis TERHADAP MORTALITAS NYAMUK Aedes aegypti DARI TIGA KELURAHAN DI KOTA SAMARINDA

Sri Nadyar Ekawati, Nova Hariani, Sudiastuti Sudiastuti

Abstract


Abstrak

Pengendalian vektor penyakit demam berdarah (DBD) di Indonesia menggunakan larvasida temephos telah berlangsung lebih dari 30 tahun, oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas temephos dan Bacillus thuringiensis var. israelensis yang merupakan larvasida jenis baru dari agen biologi terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas temephos dengan B. thuringiensis var. israelensis terhadap mortalitas larva nyamuk Ae. aegypti dari tiga Kecamatan di Samarinda, yaitu Kecamatan Samarinda Utara Kelurahan Gunung Lingai, Samarinda Ulu Kelurahan Air Putih dan Sungai Kunjang Kelurahan Loa Bakung. Metode yang digunakan adalah metode bioassay. Hasil penelitian menunjukan bahwa temephos tidak efektif untuk membunuh larva nyamuk Ae. aegypti dari tiga kelurahan yang diamati, dengan LC50,24jam sebesar 1,88–2,24 ppm dan LC90,24jam sebesar 2,07–3,59 ppm. Sementara itu, B. thuringiensis var. israelensis masih efektif untuk membunuh larva nyamuk Ae. aegypti dari ketiga kelurahan yang diamati, dengan LC50,24jam sebesar 0,93–1,00 mL/50 L air dan LC90,24jam sebesar 1,05–1,11 mL/50 L air. Hal ini berarti penggunaan B. thuringiensis var. israelensis dengan dosis yang dianjurkan pemerintah masih efektif untuk mengendalikan populasi nyamuk Ae. aegypti.

Abstract

The control of dengue hemorrhagic fever (DHF) vector in Indonesia using larvicide temephos has been ongoing for more than 30 years. Hence, it is necessary to assess the effectiveness of temephos compared to Bacillus thuringiensis var. israelensis which is a new type of biological larvacide agent against Aedes aegypti mosquito larvae. This study aimed to determine the effectiveness of temephos compared to B. thuringiensis var. israelensis against mortality of Ae. aegypti mosquito larvae sampled from three subdistricts in Samarinda namely Samarinda Utara Subdistrict Gunung Lingai, Samarinda Ulu Subdistrict Air Putih, and Sungai Kunjang Subdistrict Loa Bakung. The method used was bioassay. The results showed that temephos was not effective in killing Ae. aegypti mosquito larvae from the three subdistricts observed, with LC50.24 hours by 1.88–2.24 ppm, and LC90,24 hours by 2.07–3.59 ppm. Meanwhile, B. thuringiensis var. israelensis is still effective in killing Ae. aegypti mosquito larvae from the three subdistricts observed, with LC50.24 hours by 0.93–1.00 mL/50 L of water and LC90,24 hours by 1.05–1.11 mL/50 L of water. Those results mean that the application of B. thuringiensis var. israelensis with the recommended dosage of the government is still effective in controlling the population of Ae. aegypti.


Keywords


Aedes aegypti; Bacillus thuringiensis var. israelensis; DBD; Mortalitas; Temephos; DHF; Mortality

Full Text:

PDF

References


Ahmad, I., Astari, S., Rahayu, R., & Hariani, N. (2009). Status kerentanan Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) pada tahun 2006-2007 terhadap malathion di Bandung, Jakarta, Surabaya, Palembang dan Palu. Majalah Ilmiah Biologi Biosfera: A Scientific Journal, 26(2), 82-86.

Anggraeni, Y. M., Christina, B., & Salatiga, R. (2013). Uji daya bunuh ekstrak kristal endotoksin Bacillus thuringiensis israelensis (H-14) terhadap jentik Aedes aegypti, Anopheles aconitus dan Culex quinqurfasciatus. Jurnal Sain Veteriner, 31(1), 354-1.

Anwar, A., & Adi. (2015). Hubungan lingkungan fisik dan tindakan PNS dengan penyakit demam berdarah dengue di wilayah buffer Kantor Kesehatan Pelabuhan II Samarinda. Jurnal Ilmiah Manuntung, 1(1), 19-24.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda. (2016). Profil kesehatan Kota Samarinda tahun 2015. Samarinda: Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

Fuadzy, H., & Hendri, J. (2015). Indeks entomologi dan kerentanan larva Aedes aegypti terhadap temephos di Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Jurnal Vektora, 7(2), 57-64.

Gama, Z. P., Yanuwiadi, B., & Kurniati,T. H. (2010). Strategi pemberantasan nyamuk aman lingkungan: potensi Bacillus thuringiensis isolat Madura sebagai musuh alami nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari, 1(1), 2-10.

Goindin, D., Delannay, A., Ramdini, C., Gaude, T., Faucon, F., David, J., Gustave, J., Vega-Rua, A., & Fouque, F. (2017). Levels of insecticide resistance to deltamethrin, malathion, and temephos, and associated mechanisms in Aedes aegypti mosquitoes from the Guadeloupe and Saint Martin islands (French West Indies). Infectious Diseases of Povertyi, 6(1), 38.

Grisales, N., Poupardin, R., Gomez, S., Fonseca-Gonzalez, I., Ranson, H., & Lenhart, A. (2013). Temephos resistance in Aedes aegypti in Colombia compromises dengue vector control. PLoS Neglected Tropical Diseases, 7(9), e2438.

Infodatin. (2015). Situasi demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.

Istiana., F., Hariyani., & Isnaini. (2012). Status kerentanan larva Aedes aegypti terhadap temephos di Banjarmasin Barat. Jurnal Buski, 4(2), 53-58.

Kemenkes RI. (2018). Lampiran peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 18 tahun 2018 tentang perubahan atas peraturan Menteri Kesehatan nomor 66 tahun 2017 tentang petunjuk operasional penggunaan dana alokasi khusus fisik bidang kesehatan tahun anggaran 2018. Retrieved from http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/Batang%20Tubuh%20Permenkes%20Nomor%2018%20Tahun%202018%20tentang%20Perubahan%20%20atas%20Permenkes%20Nomor%2066%20Tahun%202017%20tentang%20Petunjuk%20Operasional%20DAk%20Fisik%20Bidang%20Kesehatan.pdf

LeOra Software. (2004). A user’s guide to probit or logit analysis. Petaluma, California: LeOra Software.

Nugroho, A. D. (2011). Kematian larva Aedes aegypti setelah pemberian abate dibandingkan dengan pemberian serbuk serai. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 91-96.

Perwitasari, D., Musadad., D. A., Manalu, H. S. P., & Munif, A. (2015). Pengaruh beberapa dosis Bacillus thuringiensis var. israelensis Serotype H-14 terhadap larva Aedes aegypti di Kalimatan Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14(3), 229-237.

Prasetyowati, H., Hendri, J., & Wahono, T. (2016). Status resistensi Aedes aegypti Linn. terhadap organofosfat di tiga Kotamadya DKI Jakarta. Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara:BALABA, 12(1), 23-30.

Putra, R. E., Ahmad, I., Prasetyo, D. B., Susanti, S., Rahayu, R., & Hariani, N. (2016). Detection of insecticide resistance in the larvae of some Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) strains from Java, Indonesia to temephos, malathion and permethrin. International Journal Mosquito Research, 3(3), 23-28.

Ridha, M. R., & Nisa, K. (2012). Larva Aedes aegypti sudah toleran terhadap temephos di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jurnal Vektora, 3(2), 93-111.

Sinaga, L. S., Martini., & Sarawati, L. D. (2016). Status resistensi larva Aedes aegypti Linnaeus terhadap temephos (Studi di Kelurahan Jatiasih Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-journal), 4(1), 142-152.

Soedarto. (2012). Demam berdarah dengue haemorraghic fever. Jakarta: Sagung Seto.

Susanti, T. D., & Kesetyaningisih, T. H. (2007). Perbandingan efektivitas Bacillus thuringiensis israelensis (Bti) terhadap larva Aedes aegypti laboratorium dan daerah endemik demam berdarah di Yogyakarta. Jurnal Kedokteran & Kesehatan: Mutiara Medika, 7(1), 45-51.

Triprisila, F. L., Suhajono., Gama, Z. P., & Nakogoshi, N. (2013). Studi toksisitas Bacillus thuringiensis isolat lokal Jawa Timur berdasarkan ketinggian tempat terhadap larva Aedes aegypti. Jurnal Biotropika, 1(3), 90-94.

Trisna, M., Hariani, N., Sutarwan, A. A., & Ahmad, I. (2018). Inheritance of insecticide resistance to permethrin in Aedes aegypti (Diptera: Culicidae). International Journal of Entomology Research, 3(2), 91-95.

Wijayanti, M. P., Yuliawati, S., & Hestiningsih, R. (2015). Uji toksisitas ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobacum L.) dengan metode maserasi terhadap mortalitas larva Culex quinquefasciantus Say. di laboratorium. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-jurnal), 3(1), 143-151.




DOI: https://doi.org/10.15408/kauniyah.v12i1.7894

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



© Copyright CC-BY- SA.
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi

Indexed By:

/public/site/images/rachma/logo_moraref_75 /public/site/images/rachma/logo_google_scholar_75_01 /public/site/images/rachma/logo_doaj2_120 /public/site/images/rachma/logo_sinta_75/public/site/images/rachma/logo_isjd_120 /public/site/images/rachma/logo_garuda_75 /public/site/images/rachma/logo_crossref_120/public/site/images/rachma/logo_base_2_120 /public/site/images/rachma/neliti-blue_75 /public/site/images/rachma/dimensions-logo_120

 

Web Analytics View My Stats

Free counters!