Performa Jurnalisme Online dan Kecenderungan Politainment dalam Berita Pilpres 2019

Ellya Pratiwi, Kuskridho Ambardi

Abstract

Perubahan karakter persaingan bisnis media di era internet mengantarkan jurnalisme online pada dilema dan himpitan antara mengedepankan berita berdasarkan minat pasar (market interest) atau minat publik (public interest). Pada gilirannya, hal itu dapat berdampak pada kualitas konten berita yang diproduksi media. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur kualitas berita dan kecenderungan politainment pada berita Pilpres 2019 yang dipublikasikan Detikcom dan Tribunnews.com periode 12-17 Agustus 2018.Penyajian berita politik dalam format politainment menggeser fokus utama berita Pilpres 2019, menjauhkan isi berita dari isu substantif, dan mengurangi urgensi masalah karena menonjolkan sisi menarik atau menghibur dari renik peristiwa.

Dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif, temuan penelitian mengungkapkan terdapat empat kategori berita yang diidentifikasi dalam penelitian ini berdasarkan kriteria quality press dan politainment, antara lain berita berkualitas tanpa elemen politainment, berita politainment dengan kriteria berita berkualitas, berita politainment tanpa pemenuhan kriteria berita berkualitas, dan berita non-politainment tanpa pemenuhan kriteria berita berkualitas. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya praktik politainment dalam berita Pilpres 2019 di Detikcom dan Tribunnews.com meskipun berita berkualitas baik mendominasi kedua media tersebut.


References

Abrar, A. N. (2005). Penulisan Berita. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Abrar, A. N. (2015). Tata Kelola Jurnalisme Politik . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Allifiansyah, S. (2017). Studi Politainment dalam Perspektif Ekologi Media dalam Industri Televisi Indonesia. Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, 01(01), 702-715.

Ambardi, K., Parahita, G. D., Lindawati, L., & Sukarno, A. W. (2017). Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia. Yogyakarta: UGM Press.

Anderson, P. J., & Egglestone, P. (2012). The Development of Effective Quality Measures Relevant to the Future Practice of BBC News Journalism Online. Journalism, 13(7), 923-941.

Arief, Y. (2017, 11 07). "Politainment" Gubernur Baru Jakarta. Dipetik Agustus 27, 2018, dari www.remotivi.or.id: http://www.remotivi.or.id/pantau/429/%E2%80%9CPolitainment%E2%80%9D-Gubernur-Baru-Jakarta

BBC. (2018, Januari 8). Perceraian Ahok: Persoalan Privat yang Masuk ke Ranah Publik. Dipetik September 11, 2019, dari BBC News: https://www.bbc.com/indonesia/trensosial-42600693

Croteau, D., & Hoynes, W. (2001). The Business of Media: Corporate Media and the Pblic Interest. Unites States of America: Pine Forge Press.

Eriyanto. (2011). Analsis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosialnya. Jakarta: Prenadamedia Group.

Esitti, S. (2015). The Relationship Between Media - Politics and Politainment in the Experience Society: The Case of ‘The Daily Show'. International Journal of Human Science, 1146-1167.

Fauzan, H. A., & Candra W, D. T. (2018). Politainment dalam Kecelakaan Setya Novanto: Analisis Framing dan Penerapan Kode Etik Jurnalistik Indonesia dalam Pemberitaan Kecelakaan Setya Novanto pada Portal Berita Tribunnews.com Periode 16-30 November 2017. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 1-21.

Heryanto, G. G. (2011, Oktober 21). Panggung Politainment. Opini Republika, p. 4.

Ishwara, L. (2017). Catatan-Catatan Jurnalisme Dasar . Jakarta: Buku Kompas.

Lacy , S., & Rosenstiel, T. (2015). Defining and Measuring Quality Journalism. School of Communication and Information, 1-57.

Landtsheer, D. C., Vries, P., & Vertessen, D. (2008). Political Impression Management: How Metaphors, Sound Bites, Appearance Effectiveness, and Personality Traits Can Win Elections. Journal of Political Marketing, 217-238.

Luhmann, N. (1996). The Reality of The Mass Media. California: Westdeuscher Verlag.

Margianto, H. J., & Syaefullah, A. (2014). Media Online: Pembaca, Laba, Etika (Problematika Praktik Jurnalisme Online di Indonesia). Jakarta: AJI Indonesia.

Masduki. (2004, Juli). Jurnalisme Politik: Keberpihakan Media dalam Pemilu 2004. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 8(1), 75-90.

McQuail, D. (1992). Media Performance: Mass Communication and the Public Interest. London: Sage Publications.

Nieland, J.-U. (2008). The International Encyclopedia of Communication. New York: Blackwell Publishing.

Poentarie, E. (2015, Januari-Juni). Komparasi Kebenaran, Relevansi, Keseimbangan dan Netralitas dalam Pemberitaan (Studi Konten Analisis Terkait Pemberitaan Pemilu Presiden 2014 di Harian

Kompas dan Koran Sindo). Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 19(1), 1-13.

Schicha, C. (2003). Political Information As Entertainment. the European Consortium for Political Research, 1-12.

Sugiyanto. (2018, Agustus 16). Terbongkar, Prabowo Telah Pilih Sandiaga Uno Jadi Cawapres Sejak 28 Juli 2018, AHY Hanya PHP? Dipetik September 16, 2019, dari Tribunnews.com: https://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/16/terbongkar-prabowo-telah-pilih-sandiaga-uno-jadi-cawapres-sejak-28-juli-2018-ahy-hanya-php-l

Vehkoo, J. (2009-2010). What Is Quality Journalism and How It Can Be Saved. Oxford: 1-80.

Wildansyah, S. (2018, Agustus 12). Jelang Tes Kesehatan, Sandi: Berat Saya Turun Hampir 3 Kg. Dipetik September 16, 2019, dari Detiknews: https://news.detik.com/berita/d-4162830/jelang-tes-kesehatan-sandi-berat-badan-saya-turun-hampir-3-kg?_ga=2.70914064.1213774256.1541172267-613436733.1526952820

Wulandari, F. (2018, Agustus 12). Jalani Tes Kesehatan Bersama Ma'ruf Amin di RSPAD, Begini Perpaduan Kasual Look Ala Jokowi. Dipetik Juni 4, 2019, dari Tribunnews.com: http://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/08/12/jalani-tes-kesehatan-bersama-maruf-amin-di-rspad-begini-perpaduan-kasual-look-ala-jokowi

Wulandari, I. (2015). Panggil Aku Wartawan. In W. P. Utomo, & Y. Arief, Orde Media: Kajian Televisi dan Media di Indonesia Pasca-Orde Baru (pp. 33-46). Yogyakarta: Insist Press.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/jsj.v1i2.14601

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Studi Jurnalistik