Peta Perkembangan Literatur Hadith di Pesantren Kabupaten Banyumas

Farah Nuril Izza

Abstract


Pesantren sebagai lembaga pendidikan lokal yang lahir dari budaya Indonesia telah memberikan kontribusi bagi perkembangan lulusannya dalam bidang keilmuan dan kepemimpinan. Tradisi keilmuan Pesantren yang tercakup dalam literaturnya telah mampu membentuk suatu sistem pemikiran dengan cirinya yang khas. Akan tetapi, kajian terhadap hadith dan perkembangan literaturnya masih jarang dilakukan. Sementara, perhatian terhadap hadith di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di abad keduapuluh setelah munculnya gerakan pembaharuan sebagai akibat dari modernisme. Ini ditandai dengan penggunaan literatur hadith sebagai kurikulum di masjid-masjid, sekolah-sekolah atau pesantren-pesantren. Pada masa ini, pesantren menghadapi realitas sosial yang selalu berubah sesuai dengan perubahan zaman. Sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren memiliki posisi yang strategis untuk merespon perubahan ini dengan mengembangkan kurikulum dan literatur hadith

Artikel ini mengkaji perkembangan kajian h}adi@th di Pesantren Banyumas. Kebanyakan pesantren masih belum menggunakan literatur h}adi@th dengan ide-ide baru atau menggunakan metodologi yang berorientasi kekayaan literatur. Literatur yang digunakan kebanyakan pesantren adalah buku-buku yang ditulis para ulama klasik yang biasa disebut dengan buku kuning, walaupun sebagian pesantren dengan tipe modern dan terpadu telah menambahkan literatur dan kurikulum kontemporer.


Keywords


Pesantren salaf, khalaf dan komprehensif; kitab kuning; literatur hadith klasik dan kontemporer

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/quhas.v4i2.2396 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed By:


 

View My Stats

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Journal of Qur'an and Hadith Studies, P-ISSN: 2089-3434 | E-ISSN: 2252-7060