RE-EDUCATION: A TREATMENT TO REVISE THE MISUNDERSTANDING OF TERRORIST RELIGION, A STUDY CASE ON FIRST FEMALE TERRORIST IN INDONESIA

Sri Sulistjaningsih, Latifah Mukhlasin

Abstract

Abstract. Terrorism itself began to become one of the global issues that was quite important and often became the focus of the international community. The terrorism ideology had spread out in all country in the world. In 2016, Indonesian society was shocked by women who would be candidate of suicide bomber attack. One of them named Dian Yulia Novi, the first woman involved in a terrorist act and ready to become a suicide bomber to attack the State Palace of Indonesia by carrying a pot bomb with a high enough explosive power. This study uses descriptive qualitative research method while the type of research uses a case study. Now, Dian is undergoing her sentences in Correctional for Women Class IIA Bandung. Dian’s suicide bombing case is rare and need special treatment to decrease her radicalism ideology. So, the correctional institution and National Counterterrorism Agency provide reeducation program for her treatment during her imprisonment to give the right understanding about Islam and prove that her ideology is wrong. The development from the treatments program that has been obtained is she not trying to spread his views on radicalism, and she willing to associate with prisoners of other cases even though with a limited people.

 

Abstrak. Terorisme sendiri mulai menjadi salah satu masalah global yang cukup penting dan sering menjadi fokus masyarakat internasional. Ideologi terorisme telah menyebar di semua negara di dunia. Pada tahun 2016, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh wanita yang akan menjadi kandidat serangan bom bunuh diri. Salah satunya bernama Dian Yulia Novi, wanita pertama yang terlibat dalam aksi teroris dan siap menjadi pembom bunuh diri untuk menyerang Istana Negara Indonesia dengan membawa bom pot dengan daya ledak yang cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif sedangkan jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Kini, Dian menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung. Kasus bom bunuh diri seperti ini jarang terjadi dan perlu pembinaan khusus untuk mengurangi ideologi radikalisme pelakunya. Lembaga Pemasyarakatan dan Badan Penanggulangan Terorisme Nasional menyediakan program reedukasi untuk pembinaannya selama masa pemenjaraannya untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam dan membuktikan bahwa ideologinya salah. Perkembangan yang telah diperoleh dari program pembinaan adalah ia tidak berusaha menyebarkan pandangannya tentang radikalisme, dan ia bersedia bergaul dengan narapidana kasus lain walaupun hanya dengan orang tertentu.

 

 


Keywords


women terrorist inmate; treatment; reeducation; narapidana teroris wanita; pembinaan; reedukasi

References

Alexandra, F. (2017). Analisis Kajian Terorisme dan Radikalisme dalam 3 Perspektif Teoritis. Jurnal Paradigma, 6 (3), 137-146. http://dx.doi.org/10.30872/jp.v6i3.895

Kuswandi, W. (2019, 21 Mei). Teroris Perempuan Lebih Sadis? Geotimes. Diakses dari https://geotimes.co.id/ opini/teroris-perempuan-lebih-sadis/

Ayyubi, S. (2019, 15 Maret). Ini Penyebab Teroris Wanita Lebih Militan Dibanding Pria. Kabar24. Diakses dari https://kabar24.bisnis.com/read/20190315/16/900207/ini-penyebab-teroris-wanita-lebih-militan-dibanding-pria.

Amindoni, A. (2018, 15 Mei). Perempuan mulai ambil peran jadi pelaku utama aksi teror, tetapi mengapa membawa anak? BBC Indonesia. Diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44022494

Cropley, A. (2015). Introduction to Qualitative Research Methods. Researchgate. https://www.researchgate.net/publication/285471178_Introduction_to_Qualitative_Research_Methods

Kunst, J.R., Myhren, L.S., & Onyeador, I.N. (2018). Simply Insane? Attributing Terrorism to Mental Illness (Versus Ideology) Affects Mental Representations of Race. Criminal Justice and Behavior, 45 (12), 1–15. https://doi.org/10.1177%2F0093854818794742

Taskarina, L. (2018). Perempuan dan Terorisme (kisah perempuan dalam kejahatan Terorisme). Jakarta: Elek Media Komputindo.

Saputro, M.E. (2010). Probabilitas Teroris Perempuan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 14, (2), 211-228. https://doi.org/10.22146/jsp.10937

Polit, D. F., & Hungler, B. P. (1999). Nursing Research: Principles and Methods. Philadelphia: JB Lippincott Company.

Mubarak, Z. (2012). Fenomena Terorisme di Indonesia: Kajian Aspek Teologi, Ideologi dan Gerakan. Jurnal Studi Masyarakat Islam, 15 (2), 240-254. http://ejournal.umm.ac.id/index.php/salam/article/download/1633/1770

Widyaningrum, G.L. (2018, 10 September). Kronologis Serangan 9/11, Runtuhnya Menara Kembar, dan Osama Bin Laden. National Geographic Indonesia. Diakses dari https://nationalgeographic.grid.id/read/13935227/ kronologis-serangan-911-runtuhnya-menara-kembar-dan-osama-bin-laden?page=all


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/empati.v8i2.14421

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Latifah Mukhlasin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.