Settlement Through Mediation Between the Normative and Practice in Religious Judiciary Agencies

Karmawan Karmawan, Masykuri Abdillah

Abstract


Abstract:

Mediation in religious courts is believed to be an effective mechanism for reducing the case buildup. Due to the completion of the case at the mediation stage, the parties do not need to continue the litigation process. The agreement reached in the mediation process will be ratified by the judge and therefore has the same legal consequences as the judge's decision. Normatively mediation based on PerMA Number 1 of 2016 provides a new direction as the Supreme Court's policy to put more pressure on the number of cases that enter the court so that mediation at the court level will reduce the accumulation of cases. Even the practices of mediation at the religious court level mediators still use traditional methods like advising the parties. As the court case is examined, the parties to the dispute can see that litigation no longer provides a better solution.

Keywords: Mediation, mediator, normative, practice, the religious court

 

Abstrak:

Mediasi di pengadilan agama diyakini sebagai mekanisme yang efektif untuk mengurangi penumpukan kasus. Karena penyelesaian kasus pada tahap mediasi, para pihak tidak perlu melanjutkan proses litigasi. Kesepakatan yang dicapai dalam proses mediasi akan disahkan oleh hakim dan karenanya memiliki konsekuensi hukum yang sama dengan keputusan hakim. Mediasi secara normal berdasarkan PerMA Nomor 1 tahun 2016 memberikan arah baru karena kebijakan Mahkamah Agung untuk lebih menekan jumlah kasus yang masuk ke pengadilan sehingga mediasi di tingkat pengadilan akan mengurangi akumulasi kasus. Bahkan praktik-praktik mediasi di tingkat pengadilan religius mediator masih menggunakan metode tradisional seperti menasihati para pihak. Ketika kasus pengadilan diperiksa, adalah mungkin bagi para pihak yang berselisih untuk melihat bahwa proses pengadilan tidak lagi memberikan solusi yang lebih baik.

Kata kunci: Mediasi, mediator, normatif, praktik, pengadilan agama

 

Аннотация:

Посредничество в религиозных судах, как полагают, является эффективным механизмом для уменьшения количества дел. В связи с завершением дела на стадии посредничества сторонам не нужно продолжать судебный процесс. Соглашение, достигнутое в процессе посредничества, будет ратифицировано судьей и, следовательно, имеет те же правовые последствия, что и решение судьи. Нормативно, посредничество, основанное на Правилах Верховного Суда (PerMA) № 1 от 2016 года, обеспечивает новое направление политики Верховного суда, направленное на подавление количества дел, поступающих в суд, с тем, чтобы посредничество на уровне суда снизило их совокупность. Однако практика посредничества на уровне религиозного суда показывает, что посредник все еще использует традиционные методы, такие как консультирование сторон. Поскольку судебное дело рассматривается, стороны в споре могут увидеть, что судебный процесс больше не дает лучшего решения.

Ключевые слова: Посредничество, Посредник, Норматив, Практика, Религиозный суд


Keywords


Mediation, mediator, Normative, Practice Religious Court

Full Text:

PDF

References


Abdillah, Masykuri, dkk., Formalisasi Syari’at Islam di Indonesia sebagai sebuah Pergulatan yang Tak Pernah Tuntas (Jakarta: Renaisan, 2005).

Adi Nugroho, Susanti, Manfaat Mediasi sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa, Jakarta: Prenada Media, 2019).

Anshori, Abdul Ghofur, Peradilan Agama di Indonesia Pasca Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006: Sejarah, Kedududkan, dan Kewenangan (Yogyakarta: UII Press, 2007).

Bisri, Cik Hasan, Peradilan Islam dalam Tatanan Masyarakat Indonesia (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000).

Brown, Emily M. “Emotional Dynamics or Couples in Mediation.” Dalam James C Hansen, and Grebe, Sarah Childs. Journal Divorce and Family Mediation (California: An Aspen Publication, 1985).

Friedman, Lawrence M. “The Law and Society Movement”, Stanford Law Review, Vol. 38, No. 3 (1986).

Galanter, Marc. "... A Settlement Judge, Not a Trial Judge:" Judicial Mediation in the United States”, Journal of Law and Society, Vol. 12, No. 1,1985.

Green, Stephen B. Arbitrase: A Viable Alternative for Solving Commercial Disputes in Indonesia, dalam Timothy Lindsey (ed.).

Harahap, M. Yahya, Beberapa Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan dan Penyelesaian Sengketa (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1997).

-------------, Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama: Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 (Jakarta: PT Sarana Bakti Semesta, 1977), Cet. Ke III.

Harrington, Christine B dan Merry, Sally Engle. “Idoelogical Production: The Making of Community Mediation” Jurnal Law san Society Review, Vol. 22 No. 4, 1988.

Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Burgelijk Wtboek) (Bandung: Citra Umbara, 2007).

Lev, Daniel S. Peradilan Agama Islam di Indonesia: Suatu Studi tentang Landasan politik Lembaga-lembaga Hukum, alih bahasa H. Zaini Ahmad Noeh (Jakarta: PT Intermasa, 1986), 29.

M. Fauzan, Pokok-pokok Hukum Acara Peradilan Agama dan Mahkamah Syariyyah di Indonesia (Jakarta: Kencana, 2007).

Muhammad, Abdul Kadir, Hukum Perdata Indonesia (Bandung: Citra Aditya, 2000).

Maria Farida Indrati Suprapto, Ilmu Perundang-undangan Dasar-Dasar dan Pembentukannya (Jogyakarta: Kanisius, 1986).

Pringgodigdo, Tiga Undang-undang Dasar (Jakarta: PT Pembangunan, 1981).

Rahmadi, Takdir, Mediasi: Penyelesaian Sengketa Melalui Pendekatan Mufakat (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010).

S. Benton and B. Setiadi, Mediation and Conflict Management in Indonesia, in Conflict Management in the Asia Pacific: Assumption and Approaches in Diverse Cultures, ed. L. Kwok and D. Tjosvold (Singapore: John Wiley & Sons, 1998).

Salim, Hukum Kontrak: Teori Dan Teknik Penyusunan (Jakarta: Sinar Grafika, 2008).

Siddiki, “Mediasi di Pengadilan dan Asas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan”, dalam www. Badilag.net., diakses tanggal 23 Desember 2012.

Subekti, Aneka Perjanjian (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1995), 177. Lihat Viktor M. Situmorang, Perdamaian dan Perwasitan dalam Hukum Acara Perdata (Jakarta: Rineka Cipta, 1993).

Suparman, Eman, Arbitrase dan Dilema Penegakan Keadilan, (Jakarta: PT Fikahati Aneska bekerjasama dengan Badan Arbitrase Nasiolnal Indonesia, 2012).

Usman, Suparman, Hukum Islam: Asas-Asas dan Pengantar Studi Hukum Islam dalam Tata Hukum Indonesia (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2001).

William S. Haft, Elaine R. Weiss, Peer Mediation In Schools: Expectations and Evaluations, Harvard Negotiations Law Review Vol. 3, 1998.




DOI: https://doi.org/10.15408/jch.v8i1.15002 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Free counters!

View My Stats

Creative Commons License 
licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International