Pemodelan 2D Batuan Bawah Permukaan Daerah Mamuju Sulawesi Barat Dengan Menggunakan Metode Magnetik

Muhammad Irsyad, Sutrisno Sutrisno, Dwi Haryanto

Abstract


Abstrak. Batuan merupakan benda yang berasal dari magma yang mendingin di dalam bumi. Untuk mengetahui kondisi batuan perlu di lakukan penelitian. Mamuju merupakan daerah yang sedang hangat dalam perbincangan peneliti tentang bagaimana kandungan di bawah permukaan daerah Mamuju, Sulawesi Barat. Daerah ini juga merupakan daerah yang diteliti oleh instansi-instansi pemerintah termasuk PTBGN-BATAN. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan bawah permukaan bumi. Tujuannya untuk memberikan informasi tentang kondisi baik itu bentuk maupun kedalaman batuan. penelitian ini menggunakan metode magnetik dan metode ini merupakan metode yang tepat untuk membuat model bawah permukaan bumi. Hasil interpretasi kualitatif diperoleh peta kontur intensitas magnetik total dan anomali magnetik. Peta kontur intensitas magnetik total memiliki nilai sebesar 41286,5 – 42280 nT. Sedangkan anomali magnetik memiliki nilai -760,1 – 231,8 nT. Daerah A dan daerah B merupakan daerah yang memiliki anomali tinggi. Hasil interpretasi kuantitatif didapat ada 4 model bawah permukaan yang masing-masing terdapat batuan yang sama yaitu batuan breksi dengan nilai suseptibilitas 0,0006 – 0,00075 satuan cgs dan batuan lava dengan nilai suseptibilitas 0.001 – 0.0015 satuan cgs. daerah yang dilakukan pemodelan fokus pada daerah Hulu Mamuju, hal ini disebabkan karena menurut peta kontur daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki anomali magnetik yang tinggi.

 

Abstract. The rocks are objects derived from the magma cooled in the earth. To determine the condition of the rock is necessary to do research. Mamuju is an area that is warm in conversation investigators about how the content of subsurface area Mamuju, West Sulawesi. This area is also the area investigated by government agencies including PTBGN-BATAN. This study aimed to modeling subsurface. The goal is to provide information about the condition of both the shape and depth of rock. This study uses a magnetic method and this method is an appropriate method to create a model of the earth's subsurface. Qualitative interpretation of results obtained contour map of total magnetic intensity and magnetic anomalies. The total magnetic intensity contour map has a value of 41286.5 to 42280 nT. While the magnetic anomaly has a value of -760.1 - 231.8 nT. Area A and area B is an area that has a high anomaly. Results obtained quantitative interpretation there are 4 models of the subsurface that each contained the same rock is rock breccia with values susceptibility of 0.0006 to 0.00075 cgs units and lava rock with susceptibility value 0.001 - 0.0015 cgs unit. modeling area focuses on upstream area Mamuju, this is because according to the contour map of the area is an area that has a high magnetic anomaly.


Keywords


Magnetic Anomaly; Susceptibilit; Total magnetic intensity

Full Text:

PDF

References


Sukadana. I Gde dkk, Tataan Tektonik Batuan Gunung Api Di Komplek Adang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Eksplorium, Jakarta, 2015), pp. 31-44.

Santoso. Djoko, Pengantar Teknik Geofisika (Penerbit ITB, Bandung)

Sopotan. Armstrong F, Struktur Geologi Sulawesi (Penerbit ITB, Bandung, 2012)

Telford. et all, Aplied Geophysics 2nd edition (Cambridge University Press, New York, 1990)

Reynold. Jhon M, An Introducction to Applied and Envirinmental Geophysics 2nd Edition (Jhon Willey & sons Ltd, London, 2011)

Andre, Koreksi Koreksi pada Pengolahan Data Geofisika, diakses pada tanggal 16 Nopember 2016.14.56jWIB (file:///I:PersiapanIUGCDraft%20Proposal%20Tugas%20Akhir%20Andre).

Milsom. Jhon, Field Geophysics Edisi III (Jhon Willey & Sons Ltd, London, 2003)

Khoiri Zamroni dan Bagus Jaya Santosa, Studi Anomali Bawah Permukaan Daerah Sekitar Manifestasi Air Panas Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo Dengan Menggunakan Metode Magnetik, Jurnal Tugas Akhir ITS, Surabaya, 2013.

Wahyudi. Dkk, Analisis Data Magnetik untuk Mengetahui Struktur Permukaan Daerah Manifestasi Airpanas di Lereng Utara Gunungapi Ungaran, Prosiding HAGI, Yogyakarta, 2004.




DOI: https://doi.org/10.15408/fiziya.v1i1.8999

DOI (PDF): https://doi.org/10.15408/fiziya.v1i1.8999.g4902 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics Made Easy - StatCounter View My Stats

Flag Counter

License

© Copyright CC BY-SA