Pengolahan Limbah Kulit Durian dan Baterai Bekas Menjadi Salah Satu Sumber Energi Listrik yang Ramah Lingkungan

Muhammad Gifron, Nelmi Agustina, Doris Wela

Abstract


Abstrak. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia, selalu diiringi oleh masalah limbah yang berasal dari sampah, baik sampah organik maupun non organik. Berbagai usaha untuk mengatasi masalah limbah tersebut secara berkesinambungan terus dilakukan , baik itu sampah-sampah anorganik seperti, berbahan plastik, karet dan lain-lain. Bisa dimanfaatkan kembali melalui daur ulang menjadi barang-barang kebutuhan harian. Sedangkan untuk sampah organik selain dimanfaatkan untuk pupuk, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pengisi baterai untuk menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan. Terkhususnya untuk pemanfaatan limbah organik dalam pembuatan baterai telah dilakukan dengan beda potensial tertinggi yang dihasilkan adalah 1,67 volt. Dalam penelitian ini dilakukan modifikasi massa bahan pengisi baterai yang bersumber dari kulit durian yang yang diproses khususnya melalui pengeringan menggunakan oven serta dicampur dengan asam dan ada juga kulit durian yang dijemur selama 7 hari dengan massa kulit durian 3, 5, dan 10. Beda potensial baterai tertinggi yang didapatkan adalah 10 gram yaitu sebesar 1,67 volt. Selanjutnya baterai dengan massa 10 gram difabrikasi dalam jumlah tertentu yang digunakan untuk menyalakan LED. Baterai tersebut dirangkai baik secara seri maupun paralel untuk menghasilkan beda potensial yang bervariasi.

 

Abstract. Along with the growing number of the world populations, there always followed by troubles waste derived from trash, organic waste, and non-organic waste. Many attempts to deal with an organic waste such as plastic waste, rubber, and etc, has been continued, so those waste can be recycled and reused for daily demand. On the other hand, organic waste can be used as fertilizer, and basic material for the battery that results an environmental friendly alternative energy. Especially to utilize the organic waste, the making of battery has been done that yields highest voltage, 1.67 volts. This research aims to modify the mass filler of the battery that obtained from durian skin which is processed by mixing it with acid and drying it using oven, there also other technique by drying the durian skin under the sun for about 7 days which varied masses of 3 gram, 5 gram, and 10 gram. The highest voltage that obtained is 1.67 volt using 10 gram durian skin. Further, the battery with 10 grams durian skin is then fabricated in a specified number to light up the LED. This battery placed either in serial or parallel circuit to obtain varied voltage.


Keywords


disused battery; durian skin waste; electrical current, electrical energy, voltage

Full Text:

PDF

References


S. Handayani, dkk, Fisika 1: Untuk SMA/MA Kelas X (Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009)

Khairiah dan Destini, R. Analisis Kelistrikan Pasta Elektrolit Limbah Kulit Durian (Durio Zibethinus) Sebagai Bio Baterai. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan UNTIRTA hal 41 - 44.

M. Muhlisin, N. Soedjarwanto, M. Komarudin, Pemanfaatan Sampah Kulit Pisang dan Kulit Durian Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Pasta Batu Baterai. Electrician-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Volume 9 No3 September 2015.

S. Nurachmandani, Fisika 1 : Untuk SMA/MA Kelas X (Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009)

Sugiyono. Metode Penelitian Kuatitatif, Kualitatif dan R & D (Bandung, ALFABETA, cv, 2013)

J. Sumarsono, Fisika : Untuk SMA/MA Kelas X (Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009)




DOI: https://doi.org/10.15408/fiziya.v1i1.8997 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics Made Easy - StatCounterView My Stats

Flag Counter

Creative Commons License

This work is licensed under a CC-BY-SAÂ