Potential Islamic Radicalism and Terrorism in The Province of West Nusa Tenggara

Muhammad Harfin Zuhdi

Abstract


Studies on the root and causes of radicalism and terrorism have revealed that economic drawback and injustice are the primary causes for the birth of such groups. However, it is likely that would be a distinct case within the Indonesian landscape, particulary West Nusa Tenggara Province (NTB), given the relatively conduciveness and good democratic atmosphere of the country. For this reason, drawing on the available artifacts and several mass conflicts and terrors happening in the province, this study analyses whether theres is any potential of radical and terrorist groups to grow; and, if any, what factors promoting such growth. The findings indicate that the province can be a pontential area for radical and terrorist groups to thrive. Furthermore, the main factors promoting the growth of such radical groups and violence or mass incidents are misinterpretation of the Islamic teachings, the available network of terrorist groups such as East Indonesian Mujahidin in the province, the geographical location, and the reluctance of the mainstream moderate Muslims to promote religious modertism to such growing groups in both islands of Sumabawa and Lombok.

 

 

Penelitian ini menjelaskan  akar dan penyebab radikalisme dan terorisme. Selama ini diungkan  bahwa kekurangan  ekonomi dan ketidakadilan adalah penyebab utama lahirnya kelompok radikal dan  teroris tersebut. Namun, kemungkinan itu akan menjadi kasus yang berbeda dalam lanskap Indonesia, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengingat suasana kondusif dan demokrasi yang relatif baik di daerah ini. Untuk melihat fenomena tersebut  dilihat artefak yang tersedia dan beberapa konflik massa dan teror yang terjadi di provinsi ini, penelitian ini  menganalisis apakah ada potensi kelompok radikal dan teroris untuk tumbuh; dan, jika ada, faktor apa yang mendorong pertumbuhan tersebut. Temuan menunjukkan bahwa provinsi ini dapat menjadi daerah pontensial bagi kelompok radikal dan teroris untuk berkembang. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan kelompok radikal seperti itu adalah salah tafsir atas ajaran Islam oleh  jaringan kelompok teroris yang  seperti Mujahidin Indonesia Timur selain lokasi geografinya. Alasan lainya ialah keengganan kaum Muslim moderat untuk memberi kesadaran terhadap kelompok-kelompok teroris di provinsi tersebut.


Keywords


radicalism; terrorism; NTB, misinterpretation; moderate Muslims

References


Abas, Nasir, Membongkar Jama’ah Islamiyah: Pengakuan Mantan Anggota JI, (Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu, 2006)

Abdalla, Ulil Abshar, Khawarij Modern, dalam, http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=690. 20/09/2004

Admiral, Andi, “Fenomena Dan Ancaman Radikalisme Gerakan Massa di NTB”, dalam http://andiadmirals.blogspot.com/2012/02/fenomena-dan-ancaman-radikalisme.html

Al-Jabiri, Muhammad Abid, Agama, Negara dan Penerapan Syariah, terj. (Yogyakarta: Fajar Pustaka, 2001)

Al-Maliki, Ahmad al-Shawi, Hasyiyah al-Shawi ‘Ala Tafsir al-Jalalayn, (Beirut: Dar al-Fikr, tt)

Anwar, Muhammad Syafi’i, kata pengantar buku: Islamku, Islam Anda, Islam Kita, (Jakarta: Wahid Insitut, 2006)

Arfina, Eka Yani, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia DIlengkapi Dengan EYD dan Singkatan Umum, (Surabaya : Tiga Dua. tt )

Azra, Azyumardi, Pergolakan Politik Islam,(jakarta: Logos, 1999)

Banawiratma, J.B., “Bersama Saudara-Saudari Beriman Lain: Perspektif Gereja Katolik”, dalam Dialog: Kritik dan Identitas Agama (Yogyakarta: Dian Interfidei, 1993)

Data Based Kelompok Radikalisme dari Kabinda NTB, tahun 2015.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Adat Istiadat Daerah Nusa Tenggara Barat, (Jakarta: CV. Eka Darma, 1997).

Effendi, Bahtiar dan Hendro Prasetyo (peny.), Radikalisme Agama (Jakarta: PPIM-IAIN, 1998).

Ensiklopedi Indonesia, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve,1984).

Esposito, John L., The Islamic Threat Myth or Reality? (Oxford: Oxford University Press, 1992).

Garaudy, Roger,al-Ushûliyyah al-Mu'âshirah; Asbabuha Wa Madha¬hiruha,(Paris: Dar Alfain, 1992).

Ibrahim, Sa’duddin, “Al-Islamiyyun al-‘Arab Dhidd al-‘Alam” dalam journal “Al-Hayat”, London, 10 september 2004.

Ibrahim, Sa’duddin, “Al-Islamiyyun al-‘Arab Dhidd al-‘Alam” dalam journal “Al-Hayat”, London, 10 september 2004.

Jamhari, Gerakan Salafi Radikal di Indonesia, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004)

Juergensmeyer, Marx, Teror Atas Nama Tuhan : Kebangkitan Global Kekerasan Agama, (Jakarta: Nizam Press & Anima Publishing, 2002)

Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1995).

Mbai, Ansyaad, Dinamika Baru Jejaring Teror di Indonesia, (Jakarta Selatan: Squad Publishing, 2014).

Natsir, M., Survey Jenis dan Sumber Konflik di Nusa Tenggara Barat, (Penelitian Kesbangpoldagri-FKDM Provinsi NTB, tahun 2013).

Roy, Oliver, The Failure of Political Islam (London: I.B. Tauris & Co. Ltd., 1994).

The Oxford English Dictionary[1988].

Shari’ati, Ali, Ideologi Kaum Intelektual: Suatu Wawasan Islam, disunting oleh Syafiq Basri dan Haidar Bagir, (Bandung: Mizan, 1993).

Singh, Bilveer, The challenge of militant Islam and terrorism in Indonesia, in Australian Journal of International Affairs, Vol. 58, No. 1.

Tim Penyusun Monografi Daerah NTB, Monografi Daerah NTB, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977).

Tim Penyusun Pusat Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia(Jakarta: Depdikbud& Balai Pustaka, 1998).

http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=690. 20/09/2004.

http://www.jejakislam.com/2014/02/pengertian-terorisme-radikalisme-dan-bom-bunh-diri.html.


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/ajis.v19i1.11632

Refbacks

  • There are currently no refbacks.