Tahun Politik dan Pancasila

A Salman Maggalatung

Abstract


Tahun 2018 ini dikenal sebagai tahun politik, karena itu suhu politik sudah mulai memanas. Meningkatnya suhu politik, karena rakyat Indonesia  akan memilih lagi Presiden dan Wakil Presiden, yakni pemimpin bangsa Indonesia untuk masa waktu lima tahun berikutnya, yakni 2019-2024. Lalu apakah petahana (Joko widodo) masih terpilih atau diganti oleh anak bangsa yang lain. Bagi kita tidak ada masalah yang penting siapapun yang terpilih harapan kita sebagai anak bangsa adalah Presiden dan wakil Presiden terpilih betul-betul dapat memenuhi harapan masyarakat, menghayati, memahami, dan mengamalkan Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan keperibadian bangsa Indonesia.

 


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.15408/adalah.v2i4.9006 Abstract - 0 PDF - 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.