Polemik Lockdown Di Tengah Kegelisahan Kaum Marjinal

Pendi Ahmad

Abstract

Abstract

With the implementation of the lockdown, then millions of people, especially those whose livelihoods are Traders, Laborers, lower-middle-class online motorcycle taxis, will lose income. The government must facilitate all their needs. Ensure that every community member has the same opportunity to obtain food and basic necessities at an affordable price. The policy of the Central Government to impose or not implement a lockdown policy must be able to provide certainty for the Marginal, because this country exists and grows not because of one and a few people, but we exist because of togetherness. But whatever policies the government will pursue right now are awaited by millions of people

Keywords: Lockdown, Livelihoods, policy

 

Abstrak

Dengan diberlakukannya lockdown, maka jutaan orang terutama yang mata pencahariannya sebagai Pedagang, Buruh, Ojek online menengah ke bawah akan kehilangan penghasilan. Pemerintah harus memfasilitasi segala kebutuhan mereka. Memastikan bahwa setiap warga masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk memperoleh makanan dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kebijakan Pemerintahan Pusat untuk memberlakukan atau tidak menjalankan kebijakan lockdown harus dapat memberikan kepastian bagi kaum Marjinal, karena negara ini ada dan tumbuh bukan karena satu dan beberapa orang saja, tetapi kita ada karena kebersamaan. Tetapi kebijakan apapun yang akan ditempuh pemerintah saat ini tengah ditunggu oleh jutaan masyarakat miskin.

Kata Kunci : Lockdown, Mata Pencaharian, kebijakan


References

Ahmad Arif, Layanan Kesehatan Hampir Kolaps, diakses melalui https://bebas.kompas.id/baca/bebas-akses/2020/04/02/layanan-kesehatan-hampir-kolaps/ pada tanggal 1 April 2020.

Dany Garitjo, dan Ruhaeni Intan, Update, “4 Hukuman bagi Pelanggar Lockdown, dari Denda sampai Penjara”, diakses melalui https://www.suara.com/news/2020/03/22/162039/4-hukuman-bagi-pelanggar-lockdown-dari-denda-sampai-penjara pada tangga; 5 April 2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, (2013). Pedoman Umum Kesiapsiagaan Menghadapi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV).

https://www.merdeka.com/jakarta/update-10-april-2020-pasien-positif-covid-19-di-jakarta-1810-orang.html pada 10 April 2020


Full Text: PDF

DOI: 10.15408/adalah.v4i1.15392

Refbacks

  • There are currently no refbacks.